Snowflakes The Story

post



Suatu ketika di puncak Gunung Lawu waktu subuh, suhu begitu dingin. Termometer yang kami bawa menunjukkan temperatur 4 derajat Celcius. Begitu dinginnya hingga malam sebelumnya hampir semua orang di basecamp tempat kami mendirikan tenda menggeruguh kedinginan. Gemeretak gigi dan gumaman terdengar sepanjang malam. Namun kehangatan persahabatan mampu menyelamatkan kami dari hawa dingin hingga keesokan harinya.
...kehangatan persahabatan mampu menyelamatkan kami dari hawa dingin...
Ketika terbangun esok harinya, matahari bahkan masih malu-malu bersembunyi di ufuk timur, seolah enggan memancarkan cahayanya. Sengaja kami bangun lebih awal ingin menjadi saksi kemegahan terbitnya sang mentari. Langit begitu cerah, awan-awan pun masih rendah tertidur di relung bukit di bawah sana. Nafas kami hanyalah secercah kabut tipis yang segera sirna disergap dinginnya udara pagi. Kabut yang dengan sengaja kami mainkan. Seolah sedang menghisap dan menghembuskan asap candu kesegaran pagi yang jarang kami temui di kota asal kami yang sudah terbebani polusi.

Sesaat semburat matahari menyeruak, masih sebatas sinar temaram di ujung sana, namun mampu menerangi jagad raya. Di dalam temaram itu tampak jelas hamparan semak disekitar, dengan lapisan tipis tanah diantara batuan gunung yang terlapukkan.
...cerucuk-cerucuk halus mengangkat lapisan tanah humus yang ringan diatasnya...
Satu pemandangan yang baru pertama kami temui dan hampir membuatku terlonjak kegirangan. Kutemukan sebagian permukaan tanah yang merekah terangkat oleh sesuatu. Sesuatu itu ternyata adalah kristal-kristal es yang jernih yang membentuk cerucuk-cerucuk halus mengangkat lapisan tanah humus yang ringan diatasnya. Kiranya embun pagi yang meresap ke permukaan tanah telah terdinginkan oleh dinginnya udara hingga membeku menjadi kristal es. Saat lapisan tanah diatasnya tersibak, tampak betapa indah dan murninya kristal es tersebut. Hingga saat tersentuh dan mencair kembali oleh suhu tubuh dan kehangatan mentari menjadi tetesan embun pagi.

That is why I'm so crazy on them...
And it just the beginning of the story...
Snowflakes...

0 komentar:

Post a Comment

Fav News

Real-Mistery.blogspot.com